English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Motor 2 Tak dan 4 Tak

Hello Automotive Lover’s :) apa kabar?. Ok kali ini saya akan bahas mengenai Motor 2 Tak dan 4 Tak. Mungkin diantara pecinta Otomotif sudah tau dan mengerti mengenai motor 2 Tak dan 4 Tak tapiu mungkin pula yang hanya tau tapi tidak mengerti arti TAK itu apa sih? Langsung saya bahas aja ya.

Apa itu Tak? Tak bisa dikatakan gerakan/langkah piston bolak balik dari atas ke bawah begitu seterusnya di dalam silinder. Gerakan piston ke atas mempunyai limit batas yang disebut TMA (Titik Mati Atas) dan pada saat bergerak kebawah disebut TMB (Titik Mati Bawah). Sampai disini ada yang masih bingung? Kalu tidak kita lanjut ke
Motor 2 Tak. Pengertiannya adalah dalam 1 gerakan piston di dalam silinder dihasilkan 2 langkah kerja sedangkan poros engkol berputar 1 kali 360 derajat.

Prinsip kerjanya!


Tahap Proses masuknya gas, kompresi dan pembakaran

1.Piston bergerak dar TMB menuju TMA
2.Di barengi dengan membukanya lubang saluran masuk. Gas dari terhisap masuk ke dalam ruang poros engkol.
3.Gas yang berada di atas piston kemudian akan dikompresikan.
4.Saat piston hampir mencapai TMA, busi akan memercikkan bunga api listriknya dengan membakar gas yang telah terkompresi tadi.

Tahap Proses kerja, kompresi, buang dan pembilasan

1.Gas dalam silinder yang telah terbakar tadi meledak dan mendorong piston menuju ke TMB. Dengan tekanan kebawah piston tadi tenaga di teruskan ke poros engkol dengan merubah gaya tegak lusrus menjadi gaya putar.
2.Kemudian katup buang membuka dan gas sisa pembakaran tadi akan keluar melalui saluran buang dalam silinder menuju pipa kenalpot.
3.Kemuadian lubang salran bilas akan terbuka oleh piston dan membersihkan sisa-sisa gas buang yang masih tertinggal di dalam silinder dan seketika itu pula gas baru akan mengisi ruang silinder dan prosesnya berulang dari point 1 pada tahap proses masuknya gas. Hal ini akan terus berlangsung saat motor dalam keadaan hidup.



Motor 4 Tak. Pengertiannya adalah dalam 1 kali usaha memerlukan 4 kali gerakan piston dan putaran poros engkolnya sebanyak 2 kali yang disertai terbukanya katup isap dan katup buang masing-masing sebanyak 1 kali.

Prinsip kerjanya!

Langkah isap
Katup isap terbuka katup buang menutup. Piston bergerak dari TMA menuju TMB. Seketika itu pula piston mengalami pembesaran volume yang mengakibatkan ruang dalam silinder vakum. Perbedaan tekanan udara luar dan ruang dalam silinder akan mengakibatkan udara akan mengalir dan bercampur dengan bensin di karburator untuk membentuk gas. Selanjutnya gas tersebut mengalir ke dalam ruang silinder melalui saluran masuk dan katup isap.

Langkah kompresi
Keadaan katup isap dan buang menutup. Piston akan bergerak dari TMB menuju TMA. Pada saat ini ruangan di atas piston volumenya mengecil sehingga campuran bahan bakar dan udara/dalam kata lain gas akan termampatkan dan tekanan dan suhu gas tersebut akan naik. Beberapa derajat sebelum TMA busi akan memercikkan bunga api dan membakar campuran udara dan bahan bakar tersebut.

Langkah kerja
Katup isap dan buang masih dalam keadan menutup. Piston bergerak dari TMA menuju TMB. Karena proses pembakaran tadi menimbulkan tekanan yang tinggi kesegala arah yang mendorong piston bergerak menuju TMB.

Langkah buang
Katup isap menutup dan katup buang membuka. Setelah mesin menghasilkan energi yang diperoleh dari ledakan gas tadi pada langkah kerja. Piston bergerak dari TMB menuju TMA dan mendorong gas sisa pembakaran menuju keluar melalui katup buang.


Semoga ilmu yang saya berikan bermanfaat :)
Readmore...

Merawat Busi

Menyambung bahasan saya posting sebelumnya mengenai busi belum klop kalau tidak beserta tips perawatannya. Nah berikut tips singkat perawatan Busi

1.Bersihkan lubang busi dengan lap. Periksa apakah penutup busi masih dalam kondisi baik. Bila dalam kondisi pecah-pecah/sobek bisa diganti.

2.Pada saat melepas busi gunakan kunci busi yang sesuai. Biasanya sudah langsung paketan pembelian suatu kendaraan. TIpe kuci busi berbeda-beda makanya gunakan yang cocok.

3.Kikir kerak-kerak busi yang menempel bias dibersihkan dengan inyak tanah/lap dengan kain sampai bersih dan ukur celah businya untuk mengoptimalkan kinerja dari busi tersebut. Sesuaikan dalam kententuan pabrik. Ukuran celah busi yang ideal antara 0,6-1,2 mm.

4.Ganti Busi setiap 15.000 km.

5.Gunakan tipe busi yang sesuai dengan kendaraan Anda. Karena bila busi digunakan pada mesin yang salah akan menyebabkan gangguan pada katup-katup/piston yang menyebabkan kerusakan pada mesin.

Selamat merawat Jantung Anda, eh salah Jantung kendaraan Anda :D
Readmore...

Busi

Busi merupakan hal yang sangat vital bagi kendaraan bermotor. Bisa dikatakan jantung dari motor itu sendiri. Kenapa? Karena kalau busi tidak bisa memercikkan bunga api motor pun tidak akan bisa hidup. Sama seperti manusia bukan? Kalau busi bisa diganti namun sayang jantung kita tidak ada onderdilnya dipasaran hehe. Well sebelum membahas lebih jauh komponen-komponen yang terdapat pada busi ada baiknya kita simak sedikit celotehan-celotehan tentang busi ya.

Busi, atau bahasa kerennya Spark plug, adalah piranti untuk memberikan percikan bunga api guna membakar campuran bahan bakar dan udara yang telah dikompresikan kedalam ruang bakar. Arus listrik tegangan tinggi dari koil berasal dari koil yang disalurkan melewati distributor. Apa itu koil dan apa juga distributor? Bagi yang begitu paham silahkan menngu bahasan postingan saya berikutnya ya!?. Lanjut, Pada saat bekerja busi akan mengalami perubahan tekanan dan temperature tinggi. Temperatur elektroda busi bisa mencapai 1800 derajat celcius. Temperatur ini akan turun drastic pada langkah isap karena didinginkan oleh campuran bahan bakar dan udara. Walaupun konstruksinya sangat sederhana jangan diremehkan! Busi bisa bertahan pada kondisi kerja yang sangat berat, yaitu harus memiliki resistan panas yang tinggi, perubahan tekanan dan daya tahan listrik yang baik.

Berikut gambar busi dan strukturnya beserta penjelasannya,




Mur : Untuk menguhubungkan electrode tengah dari kabel busi

Corrugation : Mencegah lompatan api yang berlebihan dari terminal

Keramik Insulator : Mencegah kebocoran listrik dari elektrode tengah ke kepala silinder

Casing : Menghilangkan panas akibat pengapian yang terlambat

Gas Tight Sealing : Inti dari busi tersebut

Tahanan : Mencegah tergangunya radio akibat lompatan api

Gasket : Mencegah susupan gas pembakaran

Inti Chopper : Memindahkan panas dari electrode tengah

Insulator Nose : Menentukan tingkat panas busi

Elektode Tengah : Meneruskan arus tegangan tinggi

Elektrode Negatif : Memperbesar bunga api agar pembakaran lebih sempurna

Untuk bahasan mengenai komponen sistem pengapian yaitu busi cukup sampai disini. Dan untuk pembahasan mengenai tips-tips merawat busi dan troubleshootingnya akan menyusul di postingan berikutnya.
Semoga bermanfaat :) Readmore...

support
ENJOY YOUR SURFING . . .




Penguin
 

About Me

Foto saya
Pare Kediri, Jawa Timur, Indonesia
I'am simply my self
Mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif - Angkatan 2007
Universitas Negeri Malang

Contact Information :
honey_kurptx@yahoo.co.id
Study with Me if not now when?Study with Me if not now when?


AddEmoticons00430




BlogUp

Komentar terbaru